SUKU NAULU
(pulau seram maluku)
Ciri khas masyarakat suku naulu adalah ikat kepala berwarna merah yang digunakan
laki-laki dewasa. Ikat kepala yang disebut kain berang itu tidak boleh
dilepaskan dalam kondisi apa pun, kecuali saat mandi. Sedangkan para perempuan
yang telah bersuami wajib mengenakan kain atau selendang di pinggangnya.
Baileo Rumah adat suku naulu. Perempuan hamil
diasingkan di sebuah gubuk kecil berukuran 2 x 2 m, dan hanya boleh dikunjungi
oleh kaum perempuan hingga sang perempuan melahirkan. Buukan hanya perempuan
hamil namun bagi perempuan dalam masa haid juga diasingkan.
Patahaeri adalah upacara adat bagi para pria
yang sudah dewasa yang mana para pria mengenakan cidaku ( celana pendek ) dan
berikat kepala berwarna merah ( berang )
selama lima hari dan selama upacara adat serta tidak di perbolehkan menggunakan
pedang atau parang untuk kebutuhan apapun. Penamou adalah upacara ada bagi
wanita yang menginjak dewasa yaitu wanita yang haid/datang bulan dengan
dikarantinakan di sbuah rumah kecil (2x2 m2) berdinding atap daun rumbia dan
berlantai tanah pada saat upacara dilarang dilewati atau disinggahi oleh
lelaki.
Tradisi
yang paling menyeramkan pada adat in
ialaha adat persembahan kepala manusia / memotong kepala manusia buat
persembahan. Sebuah ritual adat yang diyakini sebagian warga Naulu sebagai
kepercayaan yang mutlak harus dilakukan. Adat tersebut dilakukan pada saat akan
memperbaiki rumah adat setempat yang diyakini kepala manusia akan menjaganya
dari marabahaya. Anggota tubuh yang ai pakai bukan hanya kepala namun juga
jantung dan jari korban untuk pengasapan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar