Minggu, 03 Maret 2013

kebudayaan

 SUKU NAULU
 (pulau seram maluku)

Ciri khas masyarakat suku naulu adalah  ikat kepala berwarna merah yang digunakan laki-laki dewasa. Ikat kepala yang disebut kain berang itu tidak boleh dilepaskan dalam kondisi apa pun, kecuali saat mandi. Sedangkan para perempuan yang telah bersuami wajib mengenakan kain atau selendang di pinggangnya.

Baileo Rumah adat suku naulu. Perempuan hamil diasingkan di sebuah gubuk kecil berukuran 2 x 2 m, dan hanya boleh dikunjungi oleh kaum perempuan hingga sang perempuan melahirkan. Buukan hanya perempuan hamil namun bagi perempuan dalam masa haid juga diasingkan.

Patahaeri adalah upacara adat bagi para pria yang sudah dewasa yang mana para pria mengenakan cidaku ( celana pendek ) dan berikat  kepala berwarna merah ( berang ) selama lima hari dan selama upacara adat serta tidak di perbolehkan menggunakan pedang atau parang untuk kebutuhan apapun. Penamou adalah upacara ada bagi wanita yang menginjak dewasa yaitu wanita yang haid/datang bulan dengan dikarantinakan di sbuah rumah kecil (2x2 m2) berdinding atap daun rumbia dan berlantai tanah pada saat upacara dilarang dilewati atau disinggahi oleh lelaki.

Tradisi yang  paling menyeramkan pada adat in ialaha adat persembahan kepala manusia / memotong kepala manusia buat persembahan. Sebuah ritual adat yang diyakini sebagian warga Naulu sebagai kepercayaan yang mutlak harus dilakukan. Adat tersebut dilakukan pada saat akan memperbaiki rumah adat setempat yang diyakini kepala manusia akan menjaganya dari marabahaya. Anggota tubuh yang ai pakai bukan hanya kepala namun juga jantung dan jari korban untuk pengasapan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar